Postingan

Ta'aruf dulu yuk! ๐Ÿฆ

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaykum.. Perkenalkan Aku adalah nama yang tak perlu kau ukir di pepohonan, namun harus kau selipkan dalam doamu. Aku adalah tubuh yang tak perlu kau sentuh, namun harus kau jaga dengan pasti. Aku adalah fikiran yang tak perlu kau terka, namun cukup kau telaah. Aku adalah canda yang tak perlu kau beri tawa, namun harus kau nikmati. Aku adalah nafas yang tak perlu kau rasakan, namun harus kau artikan. Salam dariku Seorang Perindu. Ps: Tulisan akan update tiap bulan. Nantikan ya!

Harapan Palsu!

Umumnya wanita banyak berharap. Entah kepada siapa harapan itu ditaruh. Yang pasti harapan tersebut tak main-main. Aku pun pernah berharap. Tetapi ada yang salah, tempat menaruh harapan ku tidak benar. Aku berharap pada manusia. Bukankah kita sudah diingatkan bahwa berharap hanya boleh dilakukan kepada Allah SWT? Fatal akibatnya jika berharap kepada selain Allah SWT. Kepada manusia contohnya. Aku sadar betul saat ini. Sakit bukan main. Bodohnya diriku, ini bukan yang pertama. Bermodal nafsu, kugadaikan iman ini. Miris bukan? Kuharap ini tidak terjadi kepada kamu. Malam ini seperti malam kemarin, tangisku masih jatuh tak bisa dihentikan. Rasanya seperti tidak ingin dilahirkan. Rasa malu yang muncul karena tingkah konyol tergantikan dengan sakit tak beralasan yang tiba-tiba saja muncul begitu jelas. Sakit sekali. Nafas terhenti sesaat, dadaku mendadak sesak. Tangis jatuh beriringan dengan penyesalan. Melihat kisahku, kamu simpulkan diriku manusia yang tidak pernah belajar dari pen...

Semoga saja, semoga saja ๐Ÿ’

Hai kamu! Terima kasih karena telah menyadarkan diriku bahwa kita hidup hanya perlu berbuat baik termasuk berbagi. Darimu, aku berbagi rasa. Tak dapat ku sembunyikan, aku mengagumi dirimu. Sosok yang tak pernah terpikirkan di otakku. Bagaimana bisa kita bertemu tanpa ada maksud di dalam nya? Aku tidak hanya percaya diri, tapi semoga doaku benar. Entah mengapa saat aku berada di dekatmu, aku tak kuasa menahan diri, ingin selalu di dekatmu, merawatmu, memberikan apa yang kamu inginkan. Entah. Mungkin aku terlalu terbawa rasa. Jelas ini menyiksa. Harus berpura-pura tak peduli kepadamu. Sulit sekali. Nyatanya aku terlalu peduli. Saat menatapmu, semua seperti berhenti begitu saja, waktu tak berjalan seperti seharusnya. Melihat bahagiamu menjadi tambahan semangat untukku. Ya, aku jatuh cinta. Rasa ini fitrah bukan? Entah harus ku apakan. Aku takut malah menjadi masalah. Tak mungkin ku ungkapkan. Saat ini, aku hanya bisa bersujud, berdoa, semoga kaulah yang ku doakan selama ini...

LAGI HITZ! Kamu harus baca.

Assalamu'alaykum Netizen! Gimana kabar? Baik? Masa sih? Bukannya lagi ada polemik? Hehe bukan kamu kok. Tapi negerimu. Setiap detik hutang Indonesia bertambah, setiap menit jiwa anak Indonesia meronta kelaparan, setiap jam buruh minta gaji dinaikan, setiap hari pelaku kejahatan menunaikan aksinya, setiap minggu ada saja kabar tak sedap dari televisi anda, setiap bulan tarif listrik naik diam-diam, setiap tahun masalah terus ada dan makin membesar. Tahukah kamu? Indonesia sedang berduka. Melihat rakyatnya saling membenci dengan sumpah serapah, menengok wakil rakyatnya yang asyik memainkan amanahnya, memergoki warga negaranya yang mengaku pancasilais namun berasas individualis. Miris bukan? Indonesia sedang berduka. Menghirup asap tebal dari pembakaran hutan hijaunya, mendengar jeritan fauna yang diusir paksa dari kediamannya, mencari sumber daya alam yang tersisa. Sungguh menyedihkan. Belum lagi penyudutan pada agama-agama tertentu yang akhirnya menciptakan perd...

Duka Baru Saudaraku.

Duar! Duar! Duar! Ya aku masih dengar. Tembakan kembang api kan? Yang kata kalian itu untuk rayakan tahun yang baru? Hari yang baru? Duar!! Duar!! DUAR!!! Aku takut! Aku pun dengar yang lain. Oh saudaraku.. Saudaraku.. Saudaraku.. Ya abdillah.. Mengapa tembakan di sana terdengar lebih besar? Wahai saudaraku, apa yang sebenarnya terjadi? Maafkan aku, mataku dibutakan oleh dunia, Aku pun harus bertanya kepadamu, Mengapa ledakan di sana lebih besar, saudaraku? Sebentar... Mengapa sekarang begitu senyap? Saudaraku.. Mengapa tak ada jawaban darimu? Bisakah kau mendengar ku? Saudaraku? Syahid dimana engkau, wahai saudaraku? Apakah ku bisa menemukanmu diantara para syuhada yang mengazamkan dirinya untuk tegud berjihad fisabilillah? Bisakah, wahai saudaraku? Tunggu sebentar... Masih pantaskah diriku yang hina ini menjadi saudaramu? Masihkah? Demi Allah, aku tidak akan tinggal diam. Saat ini mungkin hanya perbincangan dengan Sang Pencipta yang sedang kuusahaka...

Aku pulang

Gambar
Sejauh apapun aku melangkah, aku pasti pulang ke rumah. Aku hilang ditelan harapan, terluka ditampar kata. Merintih rasakan pedih, menangis tapi bukan melankolis. Ku ceritakan perjalanan hidupku, ku dekap kau tuk dapatkan versimu. Aku percaya bukan tuk berduka, namun inilah realita. Menemukan kebahagiaan seperti mengejar hujan. Maaf, aku salah lagi. Kau pinta aku pendam sendiri. Hangat dirimu ku terka dalam badai. Sebenarnya kau ini apa? Menyentuhmu pun aku takut. Tak terbesit melukai mu. Kusimpulkan kau adalah ragaku. Bagiku raga adalah rumah. Tempatku kembali pulang. #lagipengennulis 16.12.17 #akhirtukawalpenuhwarna
Gambar
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216) Manusia memang sering sok tau mengenai apa yang baik dan buruk baginya. Realitanya hanya Allah SWT yang tau, kitanya cuma tebak-tebak buah manggis. Lebih berbahaya lagi jika kita sok tau disaat iman kita lagi lemah, akibatnya akan ada emosi berlebih yang juga dihiasi oleh syaitan. Oh alangkah malunya kita, ketika yang kita anggap baik ternyata buruk bagi kita, begitu juga sebaliknya Aku pun sedang berproses untuk lebih tsiqah dan qanaah terhadap apa yang telah ku miliki. Aku harap kamu juga begitu Perihal Amanah. “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah (yaitu menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan seluruh larangan-Nya) kepada seluruh langit dan bumi serta gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanah it...

PART 1 - Sejuta Rahasia

ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ Hai! Namaku Senja. Ku harap kita bisa jadi teman. Karena aku memiliki sejuta cinta untuk siapa saja di dunia ini dengan satu syarat yaitu kamu harus bisa seperti fajar. Siapa fajar? Ini kisahku. Di malam yang hampir sempurna dengan sinar rembulan dan sepercik cahaya bintang, langit pun membahasakan dirinya seperti kelabu. Aku duduk di atap rumahku beralaskan rasa bersalah. Halah. Aku rindu lagi. Setiap rindu yang muncul seberapapun tetap saja itu rindu. Aku benci merindu. Andai saja dia tidak pernah datang, mungkin saja aku masih bahagia untuk merindu. Namun takdir sudah jelas sekali. Tak mungkin ku hentikan. Dia datang tanpa permisi, mengetuk hati dengan goresan senyum di wajah tak bersalahnya.  Aku masih ingat betul. Sewaktu kami menjadi remaja SMA, dia datang dengan wajah lugu ke kelasku. Memberikan aku sekotak coklat dan bunga mawar merah yang sangat cantik. Ku dapati secarik kertas berisikan "Hai senja, mau kah k...