Semoga saja, semoga saja ๐
Hai kamu!
Terima kasih karena telah menyadarkan diriku bahwa kita hidup hanya perlu berbuat baik termasuk berbagi. Darimu, aku berbagi rasa. Tak dapat ku sembunyikan, aku mengagumi dirimu. Sosok yang tak pernah terpikirkan di otakku. Bagaimana bisa kita bertemu tanpa ada maksud di dalam nya? Aku tidak hanya percaya diri, tapi semoga doaku benar.
Entah mengapa saat aku berada di dekatmu, aku tak kuasa menahan diri, ingin selalu di dekatmu, merawatmu, memberikan apa yang kamu inginkan. Entah. Mungkin aku terlalu terbawa rasa. Jelas ini menyiksa. Harus berpura-pura tak peduli kepadamu. Sulit sekali. Nyatanya aku terlalu peduli.
Saat menatapmu, semua seperti berhenti begitu saja, waktu tak berjalan seperti seharusnya. Melihat bahagiamu menjadi tambahan semangat untukku. Ya, aku jatuh cinta. Rasa ini fitrah bukan? Entah harus ku apakan. Aku takut malah menjadi masalah. Tak mungkin ku ungkapkan.
Saat ini, aku hanya bisa bersujud, berdoa, semoga kaulah yang ku doakan selama ini. Entah mengapa aku bisa percaya bahwa kamu bisa membimbing ku ke surga-Nya, ku hanya mengenal mu, belum mengetahui dirimu. Semoga saja, semoga saja.
Jika Allah berkehendak, Allah akan pertemukan kita suatu saat nanti dalam ikatan sakral.. Semoga.. Aamiin..
-Sang Perindu-
Komentar
Posting Komentar