Duka Baru Saudaraku.
Duar! Duar! Duar! Ya aku masih dengar. Tembakan kembang api kan? Yang kata kalian itu untuk rayakan tahun yang baru? Hari yang baru? Duar!! Duar!! DUAR!!! Aku takut! Aku pun dengar yang lain. Oh saudaraku.. Saudaraku.. Saudaraku.. Ya abdillah.. Mengapa tembakan di sana terdengar lebih besar? Wahai saudaraku, apa yang sebenarnya terjadi? Maafkan aku, mataku dibutakan oleh dunia, Aku pun harus bertanya kepadamu, Mengapa ledakan di sana lebih besar, saudaraku? Sebentar... Mengapa sekarang begitu senyap? Saudaraku.. Mengapa tak ada jawaban darimu? Bisakah kau mendengar ku? Saudaraku? Syahid dimana engkau, wahai saudaraku? Apakah ku bisa menemukanmu diantara para syuhada yang mengazamkan dirinya untuk tegud berjihad fisabilillah? Bisakah, wahai saudaraku? Tunggu sebentar... Masih pantaskah diriku yang hina ini menjadi saudaramu? Masihkah? Demi Allah, aku tidak akan tinggal diam. Saat ini mungkin hanya perbincangan dengan Sang Pencipta yang sedang kuusahaka...