Harapan Palsu!
Umumnya wanita banyak berharap. Entah kepada siapa harapan itu ditaruh. Yang pasti harapan tersebut tak main-main. Aku pun pernah berharap. Tetapi ada yang salah, tempat menaruh harapan ku tidak benar. Aku berharap pada manusia. Bukankah kita sudah diingatkan bahwa berharap hanya boleh dilakukan kepada Allah SWT?
Fatal akibatnya jika berharap kepada selain Allah SWT. Kepada manusia contohnya. Aku sadar betul saat ini. Sakit bukan main. Bodohnya diriku, ini bukan yang pertama. Bermodal nafsu, kugadaikan iman ini. Miris bukan? Kuharap ini tidak terjadi kepada kamu.
Malam ini seperti malam kemarin, tangisku masih jatuh tak bisa dihentikan. Rasanya seperti tidak ingin dilahirkan. Rasa malu yang muncul karena tingkah konyol tergantikan dengan sakit tak beralasan yang tiba-tiba saja muncul begitu jelas. Sakit sekali. Nafas terhenti sesaat, dadaku mendadak sesak. Tangis jatuh beriringan dengan penyesalan. Melihat kisahku, kamu simpulkan diriku manusia yang tidak pernah belajar dari pengalaman bukan? Nyatanya meskipun ku belajar, rasa ini akan timbul karena sikap yang sama. Menahannya hanya membuat diri semakin tak berdaya. Sakitku selama ini beralasan. Tapi sampai saat ini, tak dapat ku hentikan.
Seraya berdoa kepada Allah, harapku seseorang kan temani aku, untuk hidup denganku, membuat aku menjadi diri yang lebih baik, menolong ku dari semua rasa sakit ini, dan membawaku ke surga-Nya... Semoga doaku dikabulkan... Aamiin..
Komentar
Posting Komentar