Mataku Matamu Mata-Nya

Sebelum kamu tiba, aku telah membuka mata ku dengan sigap. Ku teteskan beberapa air dari mataku karena penatnya mata menutup. Aku selalu suka melihatmu. Aku selalu menunggu waktumu. Saat kau bersiap terbit, aku yang paling mencarimu.
Tak sampai situ, aku selalu menyukai aroma di waktumu. Bukan hanya aku.
Seluruh umat mencintaimu. Karena pada waktumu, banyak keberkahan datang. Karena saat kamu muncul, semua bergembira dan bersiap untuk hadapi hari yang penuh warna.

Kamu, yang selalu kurindukan, jangan cepat hilang. Karena pada waktumu, fikiranku masih jernih, masih dapat mencerna banyak hal positif.

Kamu, juga berada dalam surah ke 89 yang sampai saat ini masih dalam ingatanku. Kamu tak perlu tahu ada apa dengan diriku.
Aku hanya kagum padamu. Saat ini hanya sekedar itu.
Iya hanya itu.
Meskipun....
Mataku dan matamu sempat bertaut. Mataku dan matamu tak mau berpindah arah. Matamu sedikit tidak tahu malu. Seenaknya saja menatapku. Aku malu. Karena mataku dan matamu belum seharusnya begitu.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku ingat sesuatu.
Mataku bukan milikku. Matamu pun bukan milikmu. Mataku dan matamu adalah milik-Nya.
Ya, milik-Nya.
Jadi harus ku jaga mataku.
Dan kamu jaga matamu.
Biarlah mataku dan matamu bertautan di saat yang tepat dan saat yang benar.
Meskipun...
Aku tidak tahu apakah 'saat' yang kuceritakan itu akan ada.. Atau tidak..
Aku hanya bisa pasrahkan...
Jika memang tidak ada 'saat' tersebut..
Mungkin aku akan belajar melepaskan juga mengikhlaskan.
Sampai bertemu di saat itu, waktu mu.

Ttd
Seorang Perindu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku pulang

Duka Baru Saudaraku.

PART 1 - Sejuta Rahasia