REPORT SOSPOL ECONOMIC CAMP
Kegiatan SEC atau Sospol
Economic Camp meliputi tiga tahap kegiatan. Berawal dari briefing sec yang
ditujukan untuk memperkenalkan SEC melalui orang-orang hebat yang pernah
mengikuti SEC dan ada pembagian kelompok serta penugasan, baik penugasan
individu maupun penugasan kelompok. Adapun tugas individu yaitu membuat essai
atau video atau pop up tentang tri dharma perguruan tinggi serta menghafalkan
lagu mars pandawa, buruh tani, dan darah juang. Untuk tugas kelompok yaitu
masing-masing kelompok disuruh untuk berjualan dan diberi modal, lalu saat
keberangkatan dikumpulkan kembali modal beserta 40% dari keuntungan dan juga
setiap kelompok diberi tugas untuk membuat banner lalu dicetak dan dipasang di
sekitaran UNJ. Setelah acara ditutup dengan doa, ada waktu untuk berkumpul
dengan kelompok serta fasil masing-masing kelompok untuk pertama kali atau
lebih seperti forum grup discussion. Ini ditujukan agar peserta kenal satu sama
lain dan membuat kesepakatan untuk mengadakan pertemuan selanjutnya untuk
membahas nama kelompok, jargon kelompok, dan tugas-tugas yang sudah diberikan.
Tahap kedua yaitu PRA SEC,
sejujurnya saya tidak bisa hadir pada saat itu dikarenakan saya ada musyawarah
kerja. Jadi saya lebih mendahulukan musyawarah kerja ketimbang PRA SEC
tersebut. Dalam tahap kegiatan tersebut terdapat penugasan lagi, individu dan
kelompok. Untuk penugasan individu, ada penugasan release tentang sharing
economics dan diupload ke social media. Penugasan-penugasan yang ditugaskan
saat briefing sudah harus dikumpulkan saat kegiatan PRA SEC. Dan ada juga
penugasan barang bawaan individu dan kelompok juga. Terakhir ada foto bareng
antara panitia dengan peserta. Dengan dc merah.
Tahap ketiga adalah tahap yang
ditunggu semua orang, dari panitia maupun peserta yaitu kegiatan PAS SEC. Kita
sangat menunggu-nunggu acara inti ini karena inilah kegiatan puncaknya. Dalam
kegiatan ini ada banyak acara. Dan tahap ini diadakan selama tiga hari.
Sebelumnya pra dan briefing hanya masing-masing satu hari. Nah, dalam tiga hari
ini banyak pelajaran dan hal yang mengesankan yang dapat saya ambil.
Pada hari pertama, kami
diinstruksikan untuk berangkat dari kampus ke tempat PAS SEC dengan ngeteng
atau berangkat sendiri-sendiri dengan masing-masing kelompoknya. Jadi panitia
tidak memfasilitasi kita, panitia hanya menjelaskan rute dan arah vila. Kelompok
saya dan kelompok lainnya berangkat bersama menaikki metromini dan kereta yang
dilanjut dengan angkot bogor. Setelah bernegosiasi untuk menyewa angkot, kami
pun naik angkot sampai gang yang sudah ditentukan. Setelah itu kami disuruh
jalan sampai villa tjokro, dan setelah sampai di villa tjokro, kami
diinstruksikan lagi untuk berjalan ke villa mang ade. Namun karena kondisi
fisik saya tidak kuat, jadi saya tidak ikut berjalan sampai villa manga ade.
Teman-teman saya terus berjalan sampai villa manga de bersama beberapa panitia.
Kata panitia perjalanannya memang jauh. Padahal kami berangkat sore dari
kampus, namun kami sampai di villa mang ade sekitar jam dua pagi.
Banyak dari kami yang kelelahan dan kedinginan. Lalu peserta disuruh
istirahat dan tidur. Beberapa menit kemudian, peserta dibangunkan untuk sholat
tahajud. Dan dilanjutkan dengan sholat shubuh. Setalah itu ada sarapan kecil
yaitu roti dan teh. Setelah sarapan berakhir, ada diskusi dengan kadept sospol
bem fe, yaitu kak Feri A. setelah kami berdiskusi, kami diinstruksikan untuk
berkumpul di dekat masjid atau mushola yang ada di villa mang ade. Panitia
menghitung keterlambatan kami kian detiknya. Lalu hasil dari perhitungan
keterlambatan tersebut ditambah dengan perhitungan keterlambatan peserta saat
tiba di villa. Totalnya lumayan banyak. Pihak panitia meminta kami untuk
hukuman fisik sebanyak total hitungan. Namun kami mencoba menerapkan sikap
negosiasi. Setelah sekian lama peserta bernegosiasi dengan panitia, akhirnya
kita mencapai mufakat. Setelah itu kami dipersilahkan untuk menunaikan sholat
dzuhur dan setelah itu panitia menyediakan makan siang untuk peserta dengan
nampan. Dimana satu nampan untuk 5 – 8 orang. Namun saat makan kami tidak
diberi waktu agar tidak terburu-buru. Karena sejatinya makan itu tidak boleh
terburu-buru. Setelah makanan kami habis, kami pun bersiap-siap untuk materi.
Ada empat materi yang akan disajikan oleh beberapa pembicara. Dan kami juga
ditugaskan untuk membuat persembahan untuk panitia dan seluruh kakak-kakaknya.
Kami hanya diberi 30 menit untuk berdiskusi dan latihan. Setelah banyak materi
yang disampaikan, kami diminta untuk membuat dan melakukan simulasi aksi
bersama panitia dan kakak-kakaknya. Kami diminta membentuk bagian-bagian untuk
simulasi aksi. Saya pribadi lebih memilih untuk menjadi orator. Karena dapat
menyampaikan pendapat dan aspirasi. Tema yang kami usung adalah revisi UU KPK
yang sudah lama terjadi namun kami angkat kembali. Setelah beberapa menit
berdiskusi, kami pun siap untuk simulasi aksi. Dimulai dari aksi baik-baik
sampai dengan aksi yang ricuh. Setelah simulasi aksi berakhir, ada evaluasi dan
dilanjutkan dengan ibadah. Dan selanjutnya ada materi lagi. Seusai materi, kami
dipersilahkan untuk istirahat dan tidur. Namun baru sebentar mata kami
terpejam, kami sudah dibangunkan untuk qiyamu lail. Dan setelah qiyamu lail,
kami disuruh bersiap untuk jerit malam.
Dalam jerit malam ini ada lima pos. Yang pertama yaitu pos
kebangsaan. Kami disuruh menyebut jumlah provinsi yang ada di Indonesia beserta
provinsi-provinsinya. Jika tidak bisa atau kurang maka akan ada hukuman.
Setelah itu, di pos 2 adalah pos empati atau simpati. Di pos ini kami
diinstruksikan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan hikmat dan berbaris
serta ditutup matanya agar tidak bisa melihat. Namun salah satu dari kami
ditarik dari barisan dan disuruh berakting seolah-olah ia disakiti dan
didzalimi. Kami pun tetap menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan hikmat.
Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut, kami baru sadar akan hilangnya teman
kami. Dan kami melihat teman kami seperti kesakitan. Dari pos tersebut, kami
baru sadar bahwa kami tidak harus selalu mengikuti instruksi, apalagi instruksi
dari pemimpin yang dzalim.
Selanjutnya kami berjalan hingga melewati pos tiga. Setelah kami
bercecok dan tanya jawab, kami mengurungkan diri untuk tetap disitu. Kami pun
langsung meninggalkan pos ketiga yang kami piker pos bayangan. Setelah itu kami
berjalan ke pos selanjutnya yaitu pos empat. Disana kami diinstruksikan untuk
berorasi sesuai tema yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah itu kami
melanjutkan perjalanan ke pos lima. Di pos lima, kami disuruh berdiri di aliran
sungai. Lalu ada pembicaraan antara panitia dan peserta. Setelah pos kelima
selesai lah sudah jerit malam itu.
Kami pun disegerakan untuk sholat shubuh dan berkumpul di tempat
simulasi aksi. Lalu ada kapsel dan pengumpulan kayu bakar untuk mang ade.
Setelah itu kami pun diberikan makan siang seperti biasa. Setelah itu ada
persembahan dari peserta. Dan setelah itu ada kesan pesan. Selanjutnya peserta
diinstruksikan untuk merapikan barang-barangnya untuk bersiap pulang. Sebelum
kami pulang ada sesi pembagian reward dan pemilihan komanda pandawa baru.
Selamat kepada kak Shafwan Nivardi sebagai komandan pandawa 2016. Semoga amanah
ya kak. Lalu dilanjitkan dengan sesi foto bersama. Dan akhirnya acara SEC pun
selesai.
Komentar
Posting Komentar